Materi Akidah Akhlak Kelas 5 MI Bersabar Dalam Menghadapi Musibah

Kata sabar berasal dari bahasa Arab shabara, artinya menahan dan menghalangi. Sabar mengandung makna mengekang jiwa dari menolak ketetapan takdir yang sudah ditetapkan, menahan lisan dari keluh-kesah dan marah, serta mengendalikan anggota tubuh dari tindakan meronta-ronta dengan maksud tidak mau menerima takdir.
Bersabar Dalam Menghadapi Musibah

Musibah adalah suatu peristiwa yang menyedihkan. Musibah mendorong manusia mengakui bahwa keberadaannya milik Allah Swt, dan akan kembali kepada-Nya di akhirat kelak. Allah Swt menguji hamba-Nya dengan bencana agar menjadi jelas siapa di antara hamba-Nya yang sejati atau pendusta, yang sabar atau berkeluh kesah, ini adalah ketetapan Allah Swt atas hamba-Nya. Seandainya kaum mukminin selalu diberi kebahagiaan tidak ada musibah atau bencana, maka terjadi percampuran antara yang baik dan tidak, artinya musibah merupakan pembeda antara yang baik dan tidak.

Allah Swt tidak akan memberikan beban atau musibah kepada hamba-Nya di luar kemampuan seorang hamba itu sendiri. Semakin tinggi tingkat keimanan seseorang maka ujian yang diberikan semakin berat.

Nabi Allah SWT yang bernama Nabi Ayyub As diuji oleh Allah Swt dengan hilangnya harta, anak-anak kesayangannya wafat, ditambah lagi penyakit gatal pada seluruh tubuhnya, tetapi nabi Ayyub As tetap sabar dan ikhlas, Beliau berkeyakinan semua milik Allah Swt dan akan kembali kepada-Nya. Oleh sebab itu, ujian yang diterimanya membuat nabi Ayyub As semakin tambah yakin dan kualitas imannya semakin tinggi.

Tentu sangat berbeda terhadap cara menyikapi musibah, tergantung kualitas keimanan seseorang. Bagi orang yang beriman, musibah dihadapi dengan sabar serta ikhlas dan berkeyakinan bahwa segala musibah pasti ada hikmahnya, meskipun musibah tersebut terasa berat. Sedangkan bagi orang yang tidak beriman, peristiwa yang menimpanya merupakan sesuatu yang menyengsarakan dan mendatangkan penderitaan.

Kesabaran merupakan pintu hidayah bagi hati. Seorang mukmin membutuhkan kesabaran dalam segala keadaan. Ketika ditimpa musibah, kesabaran harus diperkuat, karena musibah yang terjadi merupakan ketentuan dari Allah Swt.

Jika muncul sifat tidak sabar, maka akan menurunkan kadar keimanan seorang mukmin terhadap Allah Swt. Sungguh betapa besar balasan kebaikan yang diperoleh orang-orang yang mampu bersabar, menahan diri dalam menghadapi musibah dari Allah Swt Dzat yang mengatur alam semesta ini.

Ada tiga macam musibah yang diberikan oleh Allah Swt kepada manusia:
  1. Sebagai cobaan atau ujian, yaitu diberikan kepada orang yang beriman untuk menguji kualitas keimanannya.
  2. Musibah bisa dijadikan sebagai teguran, diberikan kepada orang beriman yang melakukan kesalahan.
  3. Sebagai azab (siksa), diberikan kepada orang yang selalu berbuat maksiat kepada Allah Swt.
Sebagai orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya, apabila mendapat musibah maka seharusnya dapat mawas diri. Musibah yang sedang dialami jangan dijadikan alasan untuk mengendurkan semangat dalam beribadah kepada Allah Swt, justru ketika ditimpa musibah saatnya meningkatkan ibadah dan ketaatan kepada Allah Swt. 

Jika kita bersikap seperti itu, maka kita termasuk orang yang dapat mengambil hikmah dari musibah yang dialami.

Agama Islam memberikan tuntunan kepada pemeluknya. Ada beberapa cara agar terhindar dari musibah. Pertama kita harus sering bersedekah, sebagaimana yang disebutkan dalam sabda Nabi Muhammad Saw,” Bersegeralah untuk melakukan bersedekah, sebab datangnya musibah tidak pernah bisa mendahului sedekah.” Kedua, berdoa ketika sedang ditimpa musibah.

Adapun doa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw ketika tertimpa musibah adalah
Artinya :
“ Sesungguhnya kami semua adalah milik Allah Swt dan kelak akan kembali kepada Allah Swt, Ya Allah yan tuhan kami, berilah kami pahala karena musibah ini dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya.”

Hikmah Mengucapkan Kalimat Tayyibah TARJI’


Allah Swt dan Rasul-Nya menganjurkan mengucapkan kalimat tayyibah tarji”‟Inna lillahi wa inna ilaihi raji‟un” ketika menerima musibah atau bencana.

Hal tersebut mengandung banyak keutamaan atau hikmah. Berikut adalah hikmah membaca kalimat tayyibah tarji‟ dalam kehidupan manusia:
  1. Ikhlas dan tawakkal kepada Allah Swt
  2. Bersabar atas ujian hidup
  3. Dapat Memberikan keberkahan (kebaikan) yang sempurna dari Allah Swt
  4. Mendapatkan rahmat (karunia dan nikmat) dari Allah Swt
  5. Mendapat petunjuk dari Allah Swt
  6. Dapat meningkatkan sebuah keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt
  7. Terhindar dari sifat sombong dan angkuh pada diri kita.
Demikian pembahasan mengenai Bersabar Dalam Menghadapi Setiap Musibah ini, semoga bermanfaat untuk kita semua
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url