Mengenal Sifat Allah SWT al-Qayyum (Maha Madiri)

Al-Qayyum (Yang Maha Mandiri) adalah salah satu dari al-Asma’ulHusna yang sembilan puluh sembilan. Di dalam al-Qur’an disebut tiga kali yaitu: Al-Qayyum memiliki dua makna. 
  1. Pertama, Allah Swt yang Maha Mandiri atau yang berdiri sendiri. Allah Swt tidak membutuhkan bantuan apapun dari seluruh makhluk dan Allah Swt juga tidak akan ditimpa kekurangan ataupun rasa butuh. 
    asma'ul husna al-qoyyum
  2. Makna al- Qayyum yang kedua adalah Allah Swt yang selalu mengatur makhluk-Nya. Dia selalu mengatur dan memperhatikan urusan makhluk-Nya, tidak mungkin Allah Swt lalai sesaat pun dari mengawasi makhluk, kalau tidak demikian maka akan kacau aturan alam dan alam semesta akan hancur sampai ke tonggak-tonggaknya.
Jadi sifat Allah Swt al-Qayyum ini memiliki urusan yang besar sebagaimana besar-Nya pemilik sifat ini, dengan maknanya yang pertama mengandung kesempurnaan ketidakbutuhan-Nya dan kebesaran Nya.

Dengan makna yang kedua, mengandung seluruh sifat kesempurnaan dalam perbuatan-Nya yang tidak ada kesempurnaan bagi-Nya kecuali dengan sifat al-Qayyum.

Bukti bahwa Allah Swt bersifat al-Qayyum adalah Allah Swt menciptakan semua apa yang ada di bumi dan apa yang ada di langit secara mandiri tanpa minta bantuan siapapun. Dalam melakukan sesuatu atau jika berkehendak terhadap sesuatu, Allah Swt cukup mengucap “kun” (jadilah), maka terjadilah.

Segala sesuatu yang memerlukan bantuan menunjukkan ketidaksempurnaan. Allah Swt adalah Dzat yang Maha Sempurna, Maha Pemberi pertolongan, Dialah yang diperlukan oleh semua makhluk termasuk manusia.

Adapun cara meneladani sifat Allah Swt al-Qayyum adalah kita sebagai manusia harus tegar dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai kesulitan. Tidak lekang karena panas, tidak lapuk
karena hujan. 

Manusia harus sadar bahwa dengan sendirian pun kita harus tetap berjuang walau tanpa bantuan dan dukungan dari siapapun karena Allah Swt selalu bersama kita.

Hikmah Mengenal Sifat Allah Swt al-Qayyum


Allah Swt memiliki sifat al-Qayyum Yang Maha Mandiri atau Qiyamuhu binafsihi. Allah Swt berdiri sendiri yang menunjukkan kesempurnaan tanpa membutuhkan siapapun dalam hal apapun. Hal tersebut sangat berbeda dengan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah Swt tentu tidak mampu berdiri sendiri dan sangat bergantung kepada yang lain. 

Nelayan membutuhkan dokter, petani membutuhkan sopir, guru membutuhkan penjahit, dan juga yang lain. Oleh karena inilah manusia disebut makhluk sosial.

Allah Swt juga melakukan penjagaan terhadap segala sesuatu dan mengatur setiap makhluk-Nya. Allah Swt yang mengatur rezeki dan segala urusan mereka. Pengaturannya pada segala hal yang Allah Swt kehendaki baik perubahan, pergantian, penambahan, maupun pengurangan bahkan Allah Swt akan mengumpulkan dan menghisab mereka pada hari kiamat.

Beberapa hikmah dari mengimani asmaul husna al-Qayyum:
  • Mengetahui kebesaran dan keagungan Allah Swt, segala perbuatan-Nya dalam puncak kesempurnaan.
  • Memperkuat iman dan taqwa kita kepada Allah Swt.
  • Kita harus menjadi seorang mukmin yang mandiri atau tidak menggantungkan orang lain.
  • Membiasakan diri untuk memberi manfaat pada yang lain.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url