Indahnya Berperilaku Terpuji Ketika Bertamu

Siapapun kalian pasti pernah berkunjung ke rumah saudara atau teman untuk bersilaturrahim dengan maksud dan tujuan tertentu. Misalnya pinjam buku, menengok orang sakit, mengantarkan makanan atau keperluan lainnya.
 
etika bertamu
Bertamu dalam Bahasa Arab dikenal dengan istilah “ataa liziyaroti” artinya datang berkunjung. Menurut istilah bertamu merupakan kegiatan mengunjungi rumah sahabat, kerabat, ataupun orang lain dengan tujuan untuk menjalin persaudaraan ataupun untuk suatu keperluan lain dalam rangka menciptakan kebersamaan dan kemaslahatan bersama.
 
Agama Islam mengatur seluruh perilaku atau tindak tanduk manusia, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali semua ada tata cara atau aturannya termasuk bertamu. Baik yang bertamu atau tuan rumahnya. 

1. Adab Tamu
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika bertamu,
a. Mengucapkan salam

Sebelum masuk rumah, kalian sebaiknya mengucapkan salam kepada tuan rumah. Dengan salam berarti tamu berdoa semoga tuan rumah memperoleh keselamatan, rahmah dan keberkahan Allah Swt.

Dalam riwayat Turmudzi dikisahkan bahwa Kaldah bin Hanbal disuruh Shafwan bin Umayah untuk mengantarkan makanan dan minuman kepada Rasulullah Saw yang sedang di atas lembah. Kaldah langsung menemui Rasulullah Saw tanpa mengucapkan salam dan tidak meminta izin. Rasulullah menyuruhnya keluar kembali dan mengucapkan, “Assalamualaikum, apakah aku boleh masuk?” Inilah ajaran Rasulullah Saw yang seharusnya dilakukan setiap kalian bertamu ke rumah orang lain.
 
b. Meminta izin masuk

Bertamu merupakan ibadah jika diniati baik dan dilakukan dengan aturan syariat Islam. Terkadang seseorang bertamu dengan memanggil-manggil nama yang hendak ditemui atau dengan kata-kata sekadarnya. Rasulullah Saw mengajarkan, hendaknya seseorang ketika bertamu mengucapkan salam dan meminta izin untuk masuk. 

Izin masuk ke rumah orang lain adalah sesuatu yang harus kalian lakukan. Mungkin tuan rumah saat itu sedang istirahat, atau tidak mau diganggu. Dengan minta izin berarti kalian memberi kesempatan tuan rumah berbenah diri lalu menyambutnya.
 
c. Posisi berdiri tidak menghadap pintu masuk

Ketika kalian mengetuk pintu mengucapkan salam untuk bertamu, berdirilah membelakangi pintu. Tidak dibenarkan menghadap ke dalam rumah melalui pintu yang terbuka atau mengintip dari balik jendela. Hal ini dilakukan untuk menjaga pandangan dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dijelaskan dalam sebuah hadits, Saad ra berkata:”Seseorang berdiri di depan pintu Rasulullah Saw sambil menghadap ke dalam rumah, ia bermaksud minta izin. Kemudian Rasulullah Saw bersabda,”Seharusnya kamu begini begitu, sesungguhnya disunahkannya minta izin hanyalah menjaga pandangan.” (HR. Abu Dawud)
 
d. Bertamu tidak boleh lebih dari tiga hari

Adab lain dalam bertamu adalah ketika seseorang hendak menginap, hendaknya tidak boleh melebihi dari tiga hari, hal ini sesuai dengan anjuran Rasulullah Saw dalam sabdanya,” Jamuan hak tamu berjangka waktu tiga hari. Lebih dari itu, jamuan adalah sedekah. Tidak boleh bagi tamu untuk  menginap di suatu rumah hingga ia menyusahkannya.”(HR. Bukhari-Muslim)
 

e. Kembali pulang ketika tuan rumah tidak mengizinkan masuk
 
Kita harus menunda kunjungan atau pulang kembali ketika setelah tiga kali salam tidak ada jawaban, atau pemilik rumah menyuruh kita untuk pulang. Jika seorang tamu diminta pulang, hendaknya jangan memaksakan diri untuk menemuinya, tidak usah tersinggung atau merasa diabaikan karena hal ini termasuk adab yang penuh hikmah dalam syari’at Islam. Di antara hikmahnya adalah demi menjaga hak-hak pemilik rumah.

Meminta izin sebelum masuk rumah itu berkenaan dengan penggunaan hak orang lain. Oleh karena itu, tuan rumah berhak menerima atau menolak tamu. Jika kamu disuruh kembali, maka kembalilah. Tuan rumah bukan menolak hak yang wajib bagimu, tetapi dia ingin berbuat kebaikan.
 
f. Tidak memandang seluruh ruangan dengan penuh kecurigaan
 
Bila kalian telah diizinkan masuk untuk bertamu oleh tuan rumah, silahkan masuk dan boleh duduk di tempat yang disediakan.
 
Tetapi perlu diingat, jagalah pandangan kalian dari hal-hal yang tidak boleh dilihat. Jangan biarkan pandangan kalian mengikuti rasa ingin tahu dan menyelidiki sekitarnya. Rasulullah Saw bersabda,” Sesungguhnya disyaratkan minta izin tidak lain untuk menjaga pandangan.” (HR. Turmudzi).

Setelah diterima oleh pemilik rumah, maka jangan mulai bicara sebelum tuan rumah bertanya atau bicara terlebih dahulu, setelah itu kalian sebagai tamu baru menyampaikan maksud tujuan bertamu dengan sopan. Jadilah tamu yang baik sehingga tujuan kalian bertamu dapat tercapai.
 
g. Menjawab dengan nama yang jelas, jika pemilik rumah bertanya “Siapa?”
 
Terkadang pemilik rumah ingin mengetahui dari dalam rumah, orang yang bertamu sehingga bertanya, Siapa? Maka hendaknya seorang tamu menyebutkan namanya dengan jelas. Sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran.

2. Adab Penerima Tamu

Bertamu ada adabnya begitu juga bagi tuan rumah atau penerima tamu juga harus punya perilaku yang baik juga.
 
Beberapa adab bagi penerima tamu yang perlu diperhatikan antara lain:
a. Memuliakan tamunya, sesuai sabda Rasulullah Saw
b. Jangan menunggu sampai tamu datang. Sebaiknya kita memasak makanan kemudian mengundang orang untuk datang makan bersama kita;
c. Disunahkan bagi tuan rumah menemani tamu makan;
d. Hak seorang tamu untuk dilayani adalah selama tiga hari. Selama itu tuan rumah dianjurkan menghormati dan melayani tamu dengan sebaik-baiknya;
e. Jangan sekali-kali menyusahkan tamu, disunahkan melayani keinginan tamu;
f. Bila tamu akan pulang, maka disunahkan bagi tuan rumah untuk mengantarkannya sampai ke pintu rumah.

Setelah mengamati gambar silahkan kalian berdiskusi dengan temanmu dengan membuat pertanyaan sesuai gambar tersebut! Untuk mempermudah penyusunan kalimat tanya, silahkan menggunakan kata tanya, apa, siapa, bagaimana, mengapa, atau kapan. Selanjutnya, mintalah temanmu untuk menjawabnya! Lakukan secara bergantian

Bertamu dengan niat silaturrahim merupakan ibadah dan akan banyak mendapat manfaat. Nah, agar bertamu kita tidak merugikan dan menjadi indah, hendaknya adab-adab sesuai syari’at harus diperhatikan dan diamalkan. Salah satunya adalah memilih waktu yang tepat untuk bertamu.
 
Ada waktu yang pas untuk bertamu, namun ada waktu-waktu yang tidak tepat untuk bertamu dan harus dihindari, yakni
1. Waktu sebelum shalat subuh;
2. Waktu shalat atau waktu dzikir dan membaca al-Qur’an;
3. Waktu istirahat atau tidur siang;
4. Setelah shalat isya’.
 
Pada waktu-waktu tersebut umumnya pemilik rumah tidak siap menerima tamu karena saat itu merupakan waktu istirahat mereka. Rasulullah Saw memberi tuntunan waktu yang baik untuk bertamu, sebagaimana sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori-Muslim, yang artinya:”Bahwasanya Rasulullah Saw tidak mendatangi keluarganya pada malam hari. Dan beliau mendatangi mereka pada pagi dan sore”.(HR. Muttafaq Alaih)
Next Post Previous Post
1 Comments
  • Dea
    Dea 25 September 2020 at 18:57

    indah

Add Comment
comment url